Lepaskan Apa Yang Harus Dilepaskan, dan Genggam Erat Yang Memang Harus Dipertahankan

Lepaskan Apa Yang Harus Dilepaskan, dan Genggam Erat Yang Memang Harus Dipertahankan
by Djoko Komara

djoko-komara-1Banyak diantara kita yang bingung melepaskan apa yang harus dilepaskan dan menggenggam erat apa yang memang harus dipertahankan dalam kehidupan kita. Tidak semua hal dalam kehidupan kita yang harus terus kita genggam erat, dan tidak semua hal dalam kehidupan kita yang harus kita lepaskan. Ada hal-hal yang memang harus kita pertahankan dengan segenap komitmen dan risikonya untuk terus kita genggam erat, namun ada juga yang harus kita lepaskan.

Untuk menentukan hal-hal ini, semuanya tergantung dari nilai-nilai apa yang tertanam di dalam diri kita selama ini. Nilai ini merupakan kristalisasi dari apa yang selalu kita percayai (believe system) yang berasal dari apa yang sering kita lihat, dengar, pikirkan, perkataan, yang akhirnya menjadi kebiasaan, lalu menjadi karakter dan akhirnya menentukan nasib kita sendiri.

Ada hal-hal dalam hidup kita yang memang kita harus terus konsisten, persisten dan dilandasi dengan komitmen. Jika dalam rentang waktu yang pendek orang berubah-ubah pikirannya, orang akan mengatakan bunglon. Tak punya konsistensi jika menyangkut pengambilan keputusan besar. Disebut moody atau angin-anginan untuk hal-hal yang sepele. Biasanya ini lebih banyak dilandasi oleh perasaan malas dan ingin sukses tanpa bekerja, sehingga orang mudah sekali diiming-iming oleh suatu kesempatan yang secara jangka pendek kelihatannya mudah. Orang-orang seperti ini mengingatkan Saya kepada laron-laron yang mengejar pikat nyala api yang berakhir tragis.

Hal-hal yang harus kita pertahankan dalam hidup kita banyak sekali, seperti perkawinan, keputusan, janji, perjuangan, dsb. Dalam konteks bisnis ini, tentunya perjuangan untuk meraih impian. Walaupun dalam prosesnya banyak penolakan, salah paham dengan upline, iming-iming perusahaan lain, godaan-godaan yang menghantam kelemahan kita, tetapi sifat konsistensi, persisten dan komitmen inilah yang akan menyelamatkan Anda untuk terus berjuang yang akhirnya mencapai kesuksesan. Saya sering mengulas tentang topik ini, sehingga apa saja hal-hal yang harus kita lepaskan dalam kehidupan kita, dimulai dari cerita yang pernah Saya baca.

Cara yang unik yang lama telah dipakai di hutan-hutan Afrika untuk menangkap monyet yang ada di sana. Sistem itu memungkinkan untuk menangkap monyet dalam keadaan hidup, tak cedera, agar bisa dijadikan hewan percobaan atau binatang sirkus di Amerika.

Sang pemburu monyet, akan menggunakan sebuah toples berleher panjang dan sempit, dan menanamkannya di tanah. Toples kaca yang berat itu berisi kacang, ditambah dengan aroma yang kuat dari bahan yang disukai monyet-monyet Afrika. Mereka meletakkan di sore hari, dan mengikat/menanam toples itu erat-erat ke dalam tanah. Keesokan harinya, mereka akan menemukan beberapa monyet yang terperangkap, dengan tangan yang terlujur, dalam setiap botol yang dijadikan jebakan.

Ternyata monyet-monyet itu tak melepaskan genggaman tengannya sebelum mendapatkan kacang-kacang yang menjadi jebakan. Mereka tertarik pada aroma yang keluar dari setiap toples, lalu megamati, menjulurkan tangan, dan terjebak. Selama tangan monyet itu menggenggam, ia tak akan dapat terlepas dari toples. Ia harus melepaskan kacang yang di genggamanya untuk bisa lepas dari toples dengan mudah. Selama ia tetap mempertahankan kacang-kacang itu, selama itu pula ia terjebak. Toples itu terlalu berat untuk diangkat, sebab tertanam di tanah. Monyet tak akan dapat pergi kemana-mana.

Kita mungkin tertawa dengan tingkah kebodohan monyet itu. Tapi, mungkin, sesungguhnya kita sedang menertawakan diri kita sendiri. Betapa sering kita menggenggam setiap permasalahan yang kita miliki, layaknya monyet yang mengenggam kacang. Kita sering mendendam, tak meudah memberikan maaf, memendam setiap amarah dalam dada, seakan tak mau melepaskan selamanya. Lepaskan amarah terhadap kesalahpahaman dengan upline-downline-prospek, penolakan-penolakan bahkan penghinaan dari prospek-prospek, karena mereka sebenarnya tidak tahu apa yang Anda tawarkan bagi kebaikan mereka.

Seringkali, kita membawa “toples-toples” itu kemanapun kita pergi. Dengan beban yang berat, kita berusaha untuk terus berjalan. Tanpa sadar, kita sebenarnya sedang terperangkap dengan persoalan yang kita alami.

Bukankah lebih mudah jika kita melepaskan setiap masalah yang lalu, dan menatap hari esok dengan lebih cerah? Bukankah lebih menyenangkan, untuk memberikan maaf bagi setiap orang yang pernah berbuat salah kepada kita? Karena, kita pun bisa jadi juga bisa berbuat kesalahan yang sama. Ada masalah yang kita bisa selesaikan, ada masalah yang Cuma sekian persen saja kita perbaiki dan ada masalah yang memang diluar jangkauan kita untuk kita selesaikan, sehingga ada kalanya masalah menjadi terasa lebih ringan karena ada telinga seseorang sahabat mendengarkan curhat kita, walaupun sahabat kita tidak dapat memberikan.

Hal yang penting adalah lakukan yang terbaik setiap hari, sehingga tidak ada penyesalan dikemudian hari. Kalaupun kita dikembalikan oleh mesin waktu ke masa lalu yang kita sesali, hasilnya tetap akan sama saja, karena kita telah melakukan yang terbaik dari diri kita.

Sumber: Global Network K-Link International, Buletin K-System Indonesia, edisi September 2008, Nomor 22, h. 44-45.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s