Pilihan Anda Untuk Memberikan Arti

Pilihan Anda Untuk Memberikan Arti
by Djoko Komara

DALAM hidup kita, banyak kejadian yang akan kita alami sirih berganti. Kita kadang terseret untuk berlaku stereotype dalam menerjemahkan arti dari kejadian yang kita alami, sehingga melahirkan sikap yang sama seperti kebanyakan orang bersikap. Banyak diantara kita yang sering menyalahkan keadaan, lingkungan dan orang lain atas kegagalan yang kita alami. Kita merasa kesuksesan kita tergantung dari nasib baik dan buruk yang terbentuk dari lingkungan dan keadaan, sehingga kita menempatkan diri sebagai korban atas semua yang terjadi.

Saya teringat sebuah cerita tentang dua lelaki bersaudara kandung yang dibesarkan oleh orang tua yang sama dalam lingkungan yang sama, namun bernasib berbeda sama sekali, yang salah satunya berada di panti rehabilitasi narkoba, sedangkan saudara lainnya adalah seorang pengusaha yang memiliki pabrik furniture knockdown yang terbilang sukses. Dalam salah satu perbincangan dengan saudara yang berada di panti rehabilitasi narkoba, dia menjawab secara klise: “Ya, semua ini gara-gara ayah Saya,” Dengan lirih dia meneruskan ucapannya: “Ayah Saya seorang pemabuk dan penjudi, keluarga Saya bangkrut dan berantakan, dia hanya memikirkan diri sendiri, sama sekali tak pernah memikirkan saya.”

Masih tertunduk lesu dan katanya lagi, “Apa yang bisa diharapkan dari Saya hasil sebuah keluarga yang berantakan ini?.”

Dalam kesempatan yang berbeda, dalam salah satu pembicaraan dengan saudara yang pengusaha sukses, ada pertanyaan tentang saudaranya yang ada di panti rehabilitasi narkoba, “Apa yang membuat kamu berbeda dengan saudaramu dan bisa sukses seperti sekarang ini?.”

Nampak dia menghela nafas, kemudian dia berkata, “Sudah terlalu banyak penderitaan dalam kehidupan Saya dan keluarga kami, Saya hanya bertekad untuk mengakhirinya. Saya benar-benar tidak ingin bernasib seperti Ayah Saya dan ingin membahagiakan Ibuku, itulah tekad Saya selama ini.”

Keduanya mendapatkan kekuatan dan motivasi dari sumber yang sama, bedanya adalah yang seorang memanfaatkan secara positif, dan seorang lainnya menggunakan secara negatif. Jadi, sebenarnya kita mempunyai pilihan untuk memberikan arti dari setiap kejadian yang menimpa kita, kenapa kita tidak berlaku bijaksana dengan memberikan arti yang membangun kita?

“Apapun kejadian yang menimpa Anda tidak ada artinya sama sekali, sampai Anda sendiri yang memberikan arti.

Kabar gembiranya, Anda mempunyai pilihan untuk memberikan arti dari setiap kejadian yang menimpa Anda, berikah arti yang dapat membangun diri Anda.”

Sumber: Global Network K-Link Indonesia, Buletin K-System Indonesia, edisi Februari 2007, Nomor 15, h. 32-33.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s