Belajar dari orang SUKSES

Oleh: Djoko Komara

Kehidupan ini berjalan dinamis, jika kita mempelajari sejarah kehidupan itu terus bergerak, seperti kata orang bijak, ”Di dunia ini tidak ada yang abadi kecuali perubahan”. Dalam menghadapi perubahan inilah, kita selalu dituntut untuk memperbarui diri. Pembaruan kompetensi saja tidak cukup. Lebih dari itu diperlukan recode, yaitu mengubah pola pikir. Seperti kata Albert Einstein, ”Kita tidak bisa memecahkan masalah-masalah baru dengan cara-cara lama.”

Hal ini mengingatkan saya pada sebuah kisah nyata tentang Burung Pelikan di Amerika, yang kisahnya menjadi inspirasi dan sering diceritakan di buku-buku dan seminar-seminar motivasi.

Kota Monterey, California selama bertahun-tahun merupakan surga bagi burung-burung pelikan. Karena di kota ini terdapat banyak pabrik pengalengan ikan. Burung-burung pelikan sangat menyukai kota ini karena saat para nelayan membersihkan hasil tangkapan mereka dan membuang ikan yang kurang bagus maka burung-burung pelikan segera berdatangan berebut ikan yang merupakan makanan mereka tersebut.

Burung-burung pelikan hidup enak tanpa harus bekerja keras untuk mendapatkan makanannya di kota Monterey. Namun dengan berjalannya waktu, ikan-ikan di pantai California mulai berkurang dan satu demi satu pabrik pengalengan ikan pun ditutup. Perubahan inilah yang membuat burung-burung pelikan mendapatkan masalah.

Sebenarnya burung-burung pelikan adalah pemancing alami yang hebat, mereka terbang berkelompok di atas gelombang laut, dan ketika mereka melihat ikan, mereka menyelam ke dalam air dan menangkap ikan dengan paruhnya yang lebar seperti sekop. Burung-burung pelikan yang ada di Monterey tidak pernah berburu selama bertahun-tahun, mereka telah menjadi gemuk dan malas. Kini tidak ada lagi nelayan yang berlayar sehingga mereka menderita kelaparan.

Para ahli lingkungan hidup berpikir keras untuk menemukan cara menolong burung-burung pelikan itu, setelah melalui diskusi panjang akhirnya mereka sepakat dengan satu solusi. Mereka mendatangkan burung-burung pelikan dari wilayah lainnya yang makan dengan cara berburu, yang telah mereka teliti setiap hari, dan mereka mencampurnya dengan burung-burung pelikan lokal.

Pelikan-pelikan baru segera mulai memancing makanan mereka sendiri, dan tak lama kemudian burung-burung lokal yang kelaparan bergabung dengan mereka dan mulai memancing makanan mereka sendiri lagi.

Kalau burung pelikan saja mampu belajar dari pelikan yang sukses, maka jika Anda merasa diri lapar akan kesuksesan, belajarlah dari orang-orang yang sukses dengan menempatkan diri bersama dengan mereka, perhatikan bagaimana mereka berpikir, membuat rencana dan bertindak untuk mencapainya. Bagaimana mereka menerjemahan kejadian-kejadian yang menurut Anda adalah sesuatu kegagalan atau hambatan, dan bagaimana mereka mengatasinya. Seperti pepatah mengatakan, ”Jika murid siap maka guru pun akan datang.”

Muslimin
Distributor K-Link
http://tokoliemonline.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s